UNSUR-UNSUR DALAM KESENIAN TARI






        Di antara kalian apakah ada yang sudah tahu tentang unsur-unsur tari? Kalian pasti pernah melihat pertunjukan tari baik secara langsung maupun melalui media televisi. Apa yang anda amati dari penampilan tari tersebut? Mungkin anda pernah melakukannya untuk sekedar menggoyang-goyangkan badan anda sambal mendendangkan lagu. Nah, anda pasti merasakan setelah menggoyang-goyangkan badan ada sebuah gerakan. Gerak merupakan nyawa dari tari, untuk itu, tari terbentuk karena adanya gerak, ruang, dan waktu. Perpaduan gerak, ruang, dan waktu inilah yang dapat dikatakan sebagai tari. Coba sekarang anda perhatikan dan cermati uraian unsur-unsur tari di bawah ini.

  • Unsur-Unsur Utama Dalam Kesenian Tari
Suatu gerakan tidak dapat dikatakan sebagai tarian jika tidak memenuhi 3 unsur. Jika salah satu dari unsur ini tidak ada maka gerakan tersebut tidak termasuk tari. Ketiga unsur tersebut adalah:
  1. Wiraga (Raga): Sebuah tarian harus memperlihatkan gerakan badan, baik dengan posisi berdiri ataupun duduk.
  2. Wirama (Irama): Seni tari juga harus memiliki unsur irama yang bisa menyatukan antara gerakan badan dan music pengiringnya. Baik dari segi irama maupun temponya.
  3. Wirasa (Rasa): Tarian hendaknya mampu menyampaikan sebuah perasaan yang ada di jiwa. Baik melalui sebuah gerakan dan tarian atau ekspresi penarinya.

  • Unsur-Unsur Pendukung Dalam Kesenian Tari
Unsur ini hanyalah sebagai pemikat orang yang melihat agar tarian kelihatan lebih menarik. Meskipun unsur ini tidak terpenuhi maka suatu gerakan indah yang ritmis sudah bisa dikatakan sebagai gerakan seni tari. Tapi alangkah lebih baik lagi kalau unsur pendukung ini dipenuhi agar tarian memiliki daya pesona pada saat pementasan atau pertunjukan. Unsur pendukung ini meliputi:
  1. Ragam Gerak: Sebuah tarian bisa terlihat indah jika semua anggota badan berkolaborasi. Bukan hanya tangan dan kaki, tapi kombinasi lirikan mata dan raut wajah, termasuk ekspresi wajah itu sendiri. Semua ini tentu akan menimbulkan daya tarik tersendiri sehingga tarian tersebut kelihatan estetis.
  2. Ragam Iringan: Suatu tarian bisa dinikmati jika ada musik yang ritmis dan cocok dengan gerakan tari tersebut. Sehingga tercipta paduan yang indah antara musik dan gerakan tubuh. Lebih indah dan dapat dinikmati lagi jika ditambah dengan hentakan, tepukan maupun teriakan dari si penari.
  3. Rias Dan Kostum: Unsur ini sangat penting sekali dalam pertunjukan sebuah tari. Tanpa riasan wajah dan kostum sebuah tarian pasti terasa hambar, tidak memiliki makna, dan tidak menarik buat ditonton.
  4. Pola Lantai/Bloking: Tarian akan terlihat lebih berseni jika pola lantainya juga indah. Karena seorang penari tidak mungkin berdiri dalam satu titik saja tapi harus menyesuaikan tempat dan penontonnya.

  • Unsur-Unsur Lainnya Dalam Kesenian Tari
  1. Gerak Tari, merupakan medium utama dalam tari. Gerak tari adalah sebuah proses perpindahan dari satu sikap tubuh yang satu ke sikap tubuh yang lain. Dengan kenyataan tersebut maka gerak dapat dipahami sebagai kenyataan visual. Gerak dalam tari dijadikan sebagai sarana mengungkapkan gagasan, perasaan, dan pengalaman seniman atau penari kepada orang lain, makatidak mengherankan apabila dikatakan bahwa gerak tari dapat dijadikan sebagai alat komunikasi seniman atau penari. Kesan paling awal yang dapat dilihat pada saat meliha suatu pertunjukan tari adalah gerak. Gerak dalam tari merupakan gerakan-gerakan tubuh manusia yang telah diolah dan digarap dari gerak wantah atau gerak yang biasa dipakai sehari-hari menjadi suatu gerak yang tidak wantah. Penggarapan gerak tari tersebut dinamakan stilisasi atau diperhalus dan distorsi atau dirombak. Dari hasil pengolahan suatu gerakan atau gerak yang telah mengalami stilisasi atau distorsi inilah lahir dua jenis gerak tari yaitu gerak murni atau pure movement dan gerak maknawi atau gesture. Gerak Murni adalah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk yang artistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu. Dalam pengolahannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian tertentu, yang dipentingkan faktor keindahan gerak saja. Sedangkan Gerak Maknawi adalah gerak yang telah diubah menjadi gerak indah yang bermakna dalam pengolahannya mengandung suatu pengertian atau maksud tertentu, disamping keindahannya. Gerak maknawi di sebut juga gerak Gesture, bersifat menirukan ( imitative dan mimitif ). Imitatif adalah gerak peniruan dari binatang dan alam. Sedangkan mimitif adalah gerak peniruan dari gerak-gerik manusia.
  2. Ruang, apakah anda pernah melihat pertunjukan tari di gedung, atau pendapa, bahkan mungkin di lapangan? Kalau sudah pernah, itulah yang dinamakan ruang tari untuk pertunjukan atau ruang pentas. Ruang merupakan unsur pokok tari yang menentukan terwujudnya suatu gerak. Tanpa adanya ruang mustahil jika suatu gerak akan lahir. Ruang di dalam tari, selain ruang untuk pertunjukan juga ada ruang yang diciptakan oleh penari. Lebih jelasnya sebaiknya cermati terlebih dahulu penjelasan di bawah ini. Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak, merupakan wujud ruang secara nyata sebagai area yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak. Tempat untuk bergerak dalam pengertian harafiah adalah panggung atau tempat pertunjukan tari, baik panggung tertutup maupun panggung terbuka. Setelah anda memahami tentang ruang sebagai tempat pertunjukan atau tempat pentas, maka ada baiknya anda juga harus mengetahui tentang ruang yang diciptakan oleh penari. Coba cermati terlebih dahulu mengenai penjelasan tentang ruang yang diciptakan oleh penari di bawah ini. Ruang yang diciptakan oleh penari adalah tempat untuk bergerak yang bersifat imajinatif. Untuk memahami ruang yang bersifat imajinatif yang tercipta karena arah gerak penari adalah batas yang paling jauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam posisi tidak berpindah tempat. Misalnya pada saat menari dengan kedua tangan mentang, sejauh tangan yang mentang itulah yang dimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari, atau menari dengan angkatan kaki, setinggi angkatan kaki itulah yang dimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari.
  3. Waktu, anda pernah melihat pertunjukan tari yang penampilannya lama? Atau bahkan hanya sebentar? Kira-kira berapa menit pertunjukan tari yang pernah anda lihat dalam satu tampilan? Durasi waktu yang dibutuhkan dalam satu tampilan tari ada bermacam-macam. Ada satu tarian yang ditampilkan membutuhkan waktu 5 menit, 6 menit, atau 7, 8, 9, 10, dan bahkan sampai ada yang satu tarian menggunakan waktu 2 jam, seperti tari bedaya yang ada di dalam kraton misalnya. Nah sekarang anda cermati mengapa tari harus menggunakan durasi waktu? Ya, waktu tentunya penting dalam pertunjukan tari, karena tari harus mempunyai batas waktu tertentu. Misalnya tari untuk anak-anak tidak mungkin menggunakan waktu yang lama, jadi dengan adanya waktu maka pementasan tari akan menjadi tertata dan terorganisir. Waktu dapat dipahami sebagai faktor pengorganisir dalam setiap kegiatan. Dalam aktivitas pembuatan karya tari seorang peñata tari harus sadar bahwa ia sedang menciptakan sebuah desain waktu. Ketika gerakan berlangsung berarti ada sebuah satuan waktu yang dibagi-bagi sesuai tujuannya. Waktu berkaitan dengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Di dalam unsur waktu ada dua faktor yang sangat penting yaitu tempo dan ritme. Tempo dapat dipahami sebagai cepat lambatnya penari dalam melakukan gerak. Misalnya gerakan yang dilakukan dalam tempo yang cepat dapat memberikan kesan aktif dan menggairahkan, sedangkan gerakan lambat akan memberikan kesan tenang, agung, atau bahkan membosankan. Contoh gerakan melangkah, bertepuk tangan yang selesai pada hitungan 1, 2, 3, dan 4 dilakukan lambat kemudian menjadi gerakan cepat, demikian sebaliknya dari cepat ke lambat. Ritme dalam gerak tari menunjukkan panjang pendeknya ketukan dalam melakukan gerak atau cepat lambatnya setiap gerakan yang dapat diselesaikan oleh penari. Misalnya melakukan gerak sesuai dengan ketukan musik pengiringnya, seperti gerak melangkah, bertepuk tangan atau membuat rangkaian gerak yang selesai pada hitungan ke 2, 4, 6 dan seterusnya atau gerak ukel yang selesai pada setiap hitungan 4 dan 8.

Pict by:

You Might Also Like

0 Comments